
Setiawangi – Rabu, 6 Mei 2026
Lantunan talbiyah bergema mengiringi suasana madrasah pada pagi hari. Kalimat suci “Labbaik Allahumma labbaik…” terdengar khidmat dari para siswa. Seruan tersebut merupakan ungkapan kesiapan, ketundukan, dan ketaatan seorang hamba dalam memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji.
Sebagaimana telah direncanakan jauh-jauh hari, hari ini menjadi puncak pelaksanaan kegiatan kokurikuler Manasik Haji di MTsN 13 Tasikmalaya. Kegiatan ini terasa semakin istimewa karena dilaksanakan menjelang datangnya musim haji.
Ketua Koordinator Kokurikuler Manasik Haji, Ibu Dianita Kusumawardhani, S.H.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama. “Melalui manasik haji ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langsung urutan, rukun, dan tata cara ibadah haji. Selain itu, ini juga menjadi sarana edukasi sejak dini untuk mengenalkan rukun Islam kelima,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa, seperti kedisiplinan, kemandirian, kesabaran, dan keikhlasan. Di samping itu, manasik haji menjadi media penanaman nilai-nilai spiritual, guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mempererat kebersamaan antarsiswa.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berlangsung dengan suasana yang begitu semarak namun tetap khusyuk. Lingkungan madrasah disulap menyerupai suasana di Tanah Suci, lengkap dengan miniatur Ka’bah dan perlengkapan pendukung lainnya.
Kepala MTsN 13 Tasikmalaya dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah khazanah pengetahuan keagamaan siswa serta menjadi bekal spiritual di masa depan.
Seluruh guru turut hadir dan berperan aktif sesuai dengan tugas masing-masing. Sementara itu, para siswa tampil kompak mengenakan busana serba putih menyerupai pakaian ihram, yang semakin menambah kekhidmatan suasana.
Rangkaian kegiatan manasik haji pun disimulasikan secara lengkap, mulai dari miqat, wukuf di Padang Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, melaksanakan sa’i, hingga tahallul. Seluruh proses diikuti dengan penuh antusias dan kesungguhan oleh para siswa.
Meski berlangsung di bawah terik sinar matahari, kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, melainkan dapat dikemas secara kontekstual dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 13 Tasikmalaya tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman yang akan terus membekas dalam diri siswa. Manasik haji bukan sekadar simulasi, melainkan langkah awal dalam menumbuhkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap memenuhi panggilan Ilahi di masa yang akan datang.


.jpeg)
