
Setiawangi, Kamis, 22 Oktober 2026.
Pagi yang cerah, dengan sinar matahari yang perlahan terasa kian menyengat, menjadi saksi semangat keluarga besar MTsN 13 Tasikmalaya dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026. Teriknya matahari tak menyurutkan semangat seluruh peserta untuk mengikuti momentum bersejarah yang sarat makna perjuangan, keikhlasan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Upacara peringatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf Tata Usaha (TU) MTsN 13 Tasikmalaya. Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) bertindak sebagai petugas upacara. Dengan penuh tanggung jawab, para petugas melaksanakan tugasnya secara khidmat dan tertib. Penampilan mereka mencerminkan kedisiplinan, kekompakan, serta kesiapan generasi muda dalam mengemban amanah.
Kepala MTsN 13 Tasikmalaya, Bapak Agus Nana Nuryana, M.M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali jati diri santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Tema Hari Santri tahun ini adalah Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas. Tema ini menyiratkan pesan mendalam bahwa santri memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kepedulian sosial merupakan kekuatan penting yang harus terus dikembangkan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Lebih lanjut, santri masa kini tidak cukup hanya memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki karakter yang tangguh, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya. Dengan bekal tersebut, generasi santri diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa di masa depan.
Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat. Nuansa kebangsaan semakin terasa ketika tim paduan suara MTsN 13 Tasikmalaya melantunkan Mars Hari Santri dan Yalal Wathon. Lantunan kedua lagu tersebut membangkitkan semangat kebersamaan sekaligus mengingatkan seluruh peserta akan eratnya hubungan antara nilai-nilai keislaman dan kecintaan terhadap tanah air.
Rangkaian upacara berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Meski mengikuti kegiatan di bawah terik matahari pagi, semangat para peserta tetap terjaga hingga akhir acara. Tidak tampak berkurangnya antusiasme yang mengiringi jalannya peringatan. Sebaliknya, suasana kebersamaan yang terbangun menjadi gambaran nyata semangat keluarga besar madrasah dalam memaknai Hari Santri.
Bagi MTsN 13 Tasikmalaya, peringatan Hari Santri Nasional hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan upacara dan lantunan lagu perjuangan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, penghormatan kepada guru dan orang tua, kepedulian terhadap sesama, hingga semangat menjaga persatuan.
Harapannya, peringatan HSN 2026 membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh warga madrasah, khususnya dalam membentuk peserta didik yang religius, berkarakter, berprestasi, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Dari lingkungan madrasah, semangat santri diharapkan terus tumbuh menjadi energi perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Hari Santri bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, melainkan merawat nilai-nilai luhur untuk menjawab tantangan masa kini dan membangun masa depan. Dari MTsN 13 Tasikmalaya, semangat santri terus menyala untuk menguatkan negeri dan menyongsong Indonesia Emas 2045.


