
Setiawangi – Jumat, 14 Agustus 2026.
Semangat kepramukaan dan nasionalisme terasa begitu kuat di lingkungan MTsN 13 Tasikmalaya. Dalam rangka memperingati Hari Pramuka yang ke - 65, kegiatan diawali dengan upacara peringatan yang berlangsung khidmat pada pukul 07.00 WIB. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti upacara dengan penuh disiplin dan antusias.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MTsN 13 Tasikmalaya, Bapak Agus Nana Nuryana, M.M.Pd., menyampaikan amanat yang menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki fungsi yang sangat krusial bagi generasi muda, terlebih di tengah kondisi zaman yang semakin tidak menentu.
Dalam amanatnya, beliau mengingatkan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tetapi juga dengan perubahan iklim yang dapat berdampak terhadap ketahanan pangan. Kondisi tersebut membutuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian, kemandirian, keterampilan, kedisiplinan, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Beliau berpesan kepada seluruh siswa agar tidak hanya mengenakan seragam Pramuka, tetapi benar-benar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadilah Pramuka sejati yang tangguh, mandiri, peduli terhadap lingkungan, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan salah satu sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, peduli, dan cinta tanah air.
Kejutan Manis di Hari Pramuka
Ada satu momen istimewa yang membuat peringatan Hari Pramuka tahun ini terasa semakin berkesan. Sesaat setelah upacara selesai, seluruh guru, staf, serta siswa-siswi MTsN 13 Tasikmalaya secara kompak memberikan kejutan kepada Kepala Madrasah.
Tanpa diduga, suasana yang semula masih dalam nuansa khidmat tiba-tiba berubah menjadi hangat dan penuh kebahagiaan. Guru, staf, dan seluruh siswa bersama-sama menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” untuk Bapak Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.
Ternyata, terdapat sebuah kebetulan yang begitu indah. Tanggal lahir Bapak Kepala Madrasah bertepatan dengan tanggal lahir Gerakan Pramuka. Momen tersebut menjadi semakin istimewa karena ulang tahun beliau diperingati bersamaan dengan Hari Pramuka yang tengah dirayakan oleh seluruh keluarga besar MTsN 13 Tasikmalaya.
Senyum, tepuk tangan, dan suasana haru pun mewarnai momen tersebut. Kebahagiaan tidak hanya terpancar dari wajah Bapak Kepala Madrasah, tetapi juga dari seluruh guru, staf, dan siswa yang ikut merasakan kehangatan kebersamaan.
Kejutan sederhana tersebut menjadi simbol kedekatan dan kekeluargaan yang terjalin di lingkungan MTsN 13 Tasikmalaya. Hari Pramuka bukan hanya tentang semangat pengabdian dan pendidikan karakter, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan seluruh keluarga besar madrasah.
Barakallah fi umrik, Bapak Kepala Madrasah. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan usia, kekuatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah untuk memajukan MTsN 13 Tasikmalaya.
Semarak dengan Beragam Lomba Edukatif
Usai momen penuh kehangatan tersebut, kegiatan berlanjut dengan berbagai lomba edukatif dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Beragam perlombaan dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian, wawasan kebangsaan, serta kecintaan siswa terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Beberapa perlombaan yang dilaksanakan antara lain lomba mengarang tentang perjuangan, lomba bercerita atau mendongeng tentang perjuangan, pembacaan Pembukaan UUD 1945 tanpa teks, pembuatan video pendek bertema kemerdekaan, serta Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan.
Pada lomba mengarang, para siswa menuangkan gagasan dan imajinasi mereka tentang perjuangan para pahlawan serta makna kemerdekaan bagi generasi masa kini. Sementara itu, lomba bercerita memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan kisah perjuangan dengan penuh ekspresi dan kreativitas.
Semangat kebangsaan juga semakin terasa melalui lomba pembacaan Pembukaan UUD 1945. Para peserta berusaha menampilkan pembacaan yang jelas, lantang, dan penuh penghayatan sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tidak kalah menarik, lomba video pendek kemerdekaan menjadi ruang bagi siswa untuk memanfaatkan kreativitas dan teknologi. Melalui karya-karya tersebut, siswa menyampaikan pesan tentang kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Sementara itu, suasana semakin meriah dalam Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan. Para peserta menunjukkan kemampuan berpikir cepat sekaligus pengetahuan tentang Pancasila, UUD 1945, sejarah perjuangan bangsa, nasionalisme, serta berbagai wawasan kebangsaan lainnya.
Semua Siswa Terlibat, Belajar Sambil Bergembira
Kegiatan berlangsung dengan suasana meriah, menyenangkan, dan penuh kebersamaan. Tidak hanya peserta lomba yang menikmati kegiatan, seluruh siswa turut terlibat memberikan dukungan kepada teman-temannya.
Sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar di berbagai tempat ketika para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya. Meskipun terdapat persaingan dalam setiap perlombaan, suasana kekeluargaan tetap terasa kuat.
Keterlibatan seluruh siswa menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan ini semakin bermakna. Mereka tidak hanya belajar melalui materi di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung tentang kerja sama, keberanian tampil, sportivitas, kreativitas, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, semangat Pramuka dipadukan dengan semangat kemerdekaan dalam suasana yang edukatif sekaligus menyenangkan. Setiap siswa mendapatkan ruang untuk menunjukkan potensi, baik dalam bidang literasi, seni berbicara, kreativitas digital, maupun pengetahuan kebangsaan.
Menumbuhkan Generasi Pramuka yang Berkarakter dan Cinta Negeri
Peringatan Hari Pramuka yang dipadukan dengan rangkaian lomba edukatif kemerdekaan menjadi momentum bagi MTsN 13 Tasikmalaya untuk terus menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
Semangat yang disampaikan dalam amanat pembina upacara menjadi semakin nyata melalui berbagai aktivitas yang melibatkan seluruh siswa. Pramuka mengajarkan kemandirian, kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan. Sementara itu, berbagai lomba kemerdekaan menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian, sportivitas, dan rasa cinta terhadap bangsa.
Peringatan ini juga mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan yang diterima, tetapi amanah yang harus diisi dengan prestasi, karya, karakter, dan kontribusi positif bagi negeri.







