
.png)
Tasikmalaya – Dalam upaya membangun lingkungan belajar yang kondusif dan berkarakter, Kepala MTsN 13 Tasikmalaya secara konsisten menyampaikan himbauan pagi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk mengawali kegiatan pembelajaran dengan perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan kelas.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembiasaan nilai-nilai positif yang diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik. Setiap pagi, sebelum proses belajar mengajar dimulai, guru diharapkan mengingatkan murid untuk memastikan kondisi kelas dalam keadaan bersih, rapi, dan nyaman.
Dalam himbauannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Peserta didik didorong untuk tidak membuang sampah sembarangan serta dibiasakan untuk menjaga kerapihan, mulai dari meja, bangku, hingga area sekitar kelas, termasuk bagian belakang kelas yang sering terabaikan.
“Jangan memulai pembelajaran sebelum kelas benar-benar bersih dan siap digunakan,” menjadi salah satu penekanan penting dalam himbauan tersebut. Hal ini bertujuan agar murid memiliki kesadaran bahwa kenyamanan belajar berawal dari lingkungan yang tertata dengan baik.
Lebih dari itu, upaya ini juga merupakan bagian dari pendidikan karakter. Dengan membiasakan hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan, diharapkan tumbuh sikap tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Madrasah juga mengajak seluruh warga madrasah untuk memulai perubahan dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang. Konsistensi dalam melakukan kebiasaan baik ini diyakini akan menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah.
“Marilah kita saling mengingatkan dalam kebaikan. Insya Allah, setiap langkah kecil yang kita lakukan akan membawa keberkahan bagi kita semua,” demikian pesan yang disampaikan.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, MTsN 13 Tasikmalaya terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam karakter.
Di akhir himbauannya, Kepala Madrasah juga mengingatkan satu hal sederhana namun bermakna:
“Jangan lupa bahagia.”