
Setiawangi – Jumat, 13 Februari 2026
Setelah sekitar sepekan lalu para siswa membuka lahan, mencangkul, dan mengolah tanah dari kondisi awal yang masih keras dan kurang subur, dua hari terakhir menjadi tahapan lanjutan yang telah direncanakan dengan matang. Tanah yang sebelumnya dibalik dan dibersihkan kini dihaluskan serta digemburkan agar lebih siap menerima benih kehidupan. Puncaknya, pagi tadi menjadi momen yang dinanti: penanaman bibit tanaman di lahan madrasah.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari gerakan penghijauan yang digagas oleh Kepala Madrasah, sekaligus menjadi implementasi nyata program ekoteologi yang tengah digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini hadir sebagai respons atas situasi lingkungan yang kian membutuhkan kepedulian bersama, sekaligus sebagai upaya menanamkan kesadaran spiritual dalam merawat bumi sebagai amanah dari Allah SWT.
Bagi siswa MTsN 13 Tasikmalaya, kegiatan ini bukan sekadar praktik bercocok tanam. Lebih dari itu, ia menjadi bagian dari pembelajaran bermakna tentang pentingnya mencintai alam dan mengelolanya dengan penuh tanggung jawab, selaras dengan nilai-nilai Panca Cinta yang terus ditanamkan dalam kehidupan madrasah. Dari menggenggam cangkul hingga menanam bibit, setiap tahapan menghadirkan pengalaman langsung yang membangun karakter peduli lingkungan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang menyenangkan. Para guru dengan penuh ketelatenan mendampingi setiap proses, memberikan arahan sekaligus memastikan teknik pengolahan tanah dan penanaman dilakukan dengan baik. Setelah pada hari Kamis tanah kembali diolah dan dirapikan, pagi ini para siswa dengan penuh harap menanam benih-benih yang diyakini kelak akan tumbuh subur dan memberi hasil.
Harapan besar pun tumbuh bersama benih yang ditanam. Semoga apa yang dilakukan hari ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi pembelajaran berkelanjutan bahwa merawat bumi adalah bagian dari iman, dan menjaga lingkungan adalah wujud nyata pengabdian.


